Cari Jodoh via Pohon Ini Lebih Manjur Ketimbang Aplikasi Tinder

POJOKSERU.COM- Jika anda merasa sulit mendapatkan pasangan hidup, mungkin pohon ek berusia 500 tahun di dekat Kota Eutin, Jerman, bisa menjadi solusinya. Percaya atau tidak, pohon ini sangat berkaitan dengan lebih dari 100 pernikahan.

Dikenal sebagai Pohon Der Brautigamseiche atau Bridegroom Oak, pohon ini jauh lebih manjur ketimbang aplikasi Tinder. Saat ini, orang-orang dari seluruh penjuru dunia menulis surat yang sudah dilegkapi perangko dan ditujukan ke pohon itu, mereka berharap mungkin akan menemukan pasangannya. Pohon ini jadi semacam kotak pos.

Di antara surat-surat itu, ada Marie dari Brandenburg yang ingin menemukan pria yang bisa menari. Lalu Heinrich dari Saxony yang sedang mencari teman traveling dan Liu dari Shijiazhuang, China yang hanya ingin tahu apakah ada wanita Jerman yang menginginkan pasangan yang berasal dari Tionghoa.

“Ada sesuatu yang sangat ajaib dan romantis tentang pohon itu. Di internet, fakta dan pertanyaan cocok dengan orang-orang, Tapi di pohon itu, inilah kebetulan yang indah, seperti takdir,” kata Karl Heinz Martens (72), yang mengirim surat ke pohon itu sebagai tukang pos selama 20 tahun, dimulai pada tahun 1984 seperti dilansir detik dari BBC Travel.

Meski sekarang sudah pensiun, Martens masih menyimpan sebuah lembar memo berisi foto, surat, dan kliping koran sejak zamannya sebagai pembawa pesan cinta. Dalam dua dasawarsa pelayanannya, Martens telah mengirimkan surat dari enam benua dan seringnya dalam bahasa yang tidak dia mengerti.

Dia menjelaskan saat ini sudah banyak orang yang tahu tentang Pohon Der Brautigamseiche. 128 tahun yang lalu, Pohon Der Brautigamseiche itu adalah rahasia yang dimiliki oleh sepasang kekasih.

LIHAT JUGA:   Wow! Nama Pria Ini Panjang Banget, Bisa Ngingatnya?

Pada tahun 1890, seorang gadis lokal bernama Minna jatuh cinta dengan seorang pemuda pembuat cokelat bernama Wilhelm. Ayah Minna melarangnya bertemu Wilhelm, jadi keduanya mulai diam-diam menukarkan surat-surat tulisan tangan dengan membiarkan mereka berada dalam lubang di batang kayu ek itu.

Setahun kemudian, ayah Minna akhirnya mengabulkan permintaannya untuk menikahi Wilhelm, dan keduanya menikah pada tanggal 2 Juni 1891 di bawah cabang pohon ek. Dongeng tentang gaya pacaran pasangan ini menyebar di seluruh Jerman.

Pohon itu menerima begitu banyak surat, dan pada tahun 1927, kantor pos Jerman, Deutsche Post memberi kode pos dan tukang pos sendiri bagi kayu ek itu. Lalu disediakan tangga yang menjangkau lubang pohon yang digunakan sebagai kotak pos sehingga siapapun bisa membuka, membaca, dan menanggapi surat-surat yang ada.

Satu-satunya peraturan di kotak pos pohon ek ini adalah jika Anda membuka surat dan tidak ingin membalasnya, Anda harus meletakkannya kembali di lubang pohon. Hal itu agar bisa ditanggapi orang lain.

“Pohon itu menerima sekitar 1.000 surat dalam setahun. Sebagian besar surat datang di musim panas. Kurasa itulah saat semua orang ingin jatuh cinta,” jelas Martin Grundler, juru bicara Deutsche Post.

Ada pula sebuah legenda yang mengatakan jika seorang wanita berjalan mengelilingi batang kayu ek tiga kali di bawah bulan purnama saat memikirkan kekasihnya, tanpa berbicara atau tertawa, maka dia akan menikah di tahun ini. Sampai hari ini, Oak Bridegroom tetap menjadi satu-satunya pohon di dunia yang mempunyai alamatnya sendiri sebagai kotak pos paling romantis sedunia.

Loading...