Gawat! Ternyata Setiap 15 Menit Sekali Ada Kejahatan di Jakarta

POJOKSERU.COM- Wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi, yang termasuk wilayah Polda Metro Jaya, kini semakin rawan tindak kejahatan. Bayangkan saja, satu tindak kejahatan terjadi dalam setiap 15 menit 4 detik.

Catatan kejahatan itu terekam dalam rilis akhir tahun 2017 Polda Metro Jaya, Sabtu (30/12/2017). Durasi kriminal alias crime clock itu sebenarnya melambat dibandingkan dengan 2016. Pada 2016, setiap 12 menit dua detik terjadi satu tindak pidana.

Pelambatan durasi itu menunjukkan jumlah kasus kejahatan yang menurun. Selama 2017 ini, terdapat 34.227 kasus yang ditangani Polda Metro Jaya. Jumlah kasus tindak pidana mengalami penurunan, dari 43.149 kasus pada 2016.

Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Idham Azis mengklaim, jajarannya mampu menekan angka kriminalitas sebesar 21 persen, serta menyelesaikan kasus yang signifikan sepanjang 2017.

Presentase tingkat penyelesaian tindak pidana pada 2017, kata Idham, mengalami kenaikan. Dari 2016, sebesar 65 persen menjadi 79 persen di tahun ini.

Idham menyebutkan 7.143 kasus kejahatan dari 34.227 kasus yang ditangani jajarannya belum berhasil diselesaikan.

“Biasanya kalau ada kasus-kasus lama yang dipertanyakan adalah kredibilitas penyidiknya. Apakah para penyidiknya ini sudah masuk angin. Biasanya begitu,” kata Idham.

Adapun risiko penduduk terkena tindak pidana atau crime rate mengalami penurunan, dari 190 orang pada 2016 menjadi 150 orang pada 2017.

Idhan menegaskan Polda Metro Jaya tetap fokus memberantas terorisme, kasus narkoba, begal, kasus kriminal geng motor dan kasus kejahatan lainnya pada 2018.

Sepanjang 2017, Petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menembak mati 21 bandar narkoba. “Polda Metro Jaya cukup banyak melakukan tindakan tegas terhadap pelaku narkoba,” kata Idham.

Idham menyebutkan secara keseluruhan jumlah pelaku narkoba yang ditindak tegas di Indonesia sebanyak 54 tersangka namun terbanyak di wilayah hukum Polda Metro Jaya mencapai 48 persen.

LIHAT JUGA:   Sepanjang 2017, Medan Hasilkan 1.827 Janda Baru

Diungkapkan Idham, kasus narkoba di Polda Metro Jaya pada 2017 mencapai 6.087 perkara atau naik sebanyak 14 persen dibanding 2016 yang menembus 5.333 perkara.

Selain Polda Metro Jaya, Mabes Polri mencatat urutan terbanyak tindakan tegas terhadap bandar narkoba, yakni Polda Sumatera Utara sebanyak 13 tersangka dan Polda Lampung (tujuh tersangka).

Selanjutnya, anggota Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menembak mati enam tersangka, Polda Jawa Timur (empat tersangka), Polda Riau (dua tersangka), Polda Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan (satu tersangka).

Selain tindak kejahatan, jalanan di Jakarta dan sekitarnya pun patut diwaspadai. Sebanyak 529 orang meninggal di jalanan ibu kota sepanjang tahun 2017.

Angka kematian dalam kecelakaan lalu lintas tersebut menurun dibanding tahun 2016. Pada tahun 2016, sebanyak 619 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Artinya angka kematian menurun sebesar 15 persen atau 90 orang.

Jumlah kecelakaan pada tahun 2017 menurun sebesar 10 persen. Pada tahun 2016, sebanyak 5.721 kasus kecelakaan. Sedangkan pada tahun 2017 ada 5.140 kasus kecelakaan.

Adapun penyelesaian perkara lalu lintas, pada tahun 2016 sebanyak 2.626 kasus terselesaikan dari 5.077 atau 52 persen. Pada tahun 2017 sebanyak 2.512 kasus terselesaikan dari 4.694 atau 54 persen.

Loading...