Kasus Perawat Raba Anunya Pasien, Istri Perawat: Pasien Berhalusinasi

POJOKSERU.COM- Kasus perawat yang diduga raba payudara pasien cantik semakin rumit dan panjang. Winda Rahmawati, istri dari Zunaidi, perawat Rumah Sakit National Hospital, Surabaya, Jawa Timur, ternyata masih mempermasalahkan kasus itu.

Melalui pengacaranya, Winda merasa ada sebuah kejanggalan di balik keputusan penyidik Polrestabes Surabaya, menetapkan Zunaidi sebagai tersangka pelecehan seksual terhadap pasien cantik berinisial W.

Menurut pengacara Winda, Gerardus Gengen, pasien itu bisa saja hanya berhalusinasi dan merasa payudaranya diraba-raba. Halusinasi itu terjadi akibat pengaruh dari dosis obat yang diberikan dokter.

“Ketika korban usai diperiksa itu dilakukan operasi general. Artinya dia dalam pengaruh anestesi yang ada sesuai dengan literatur yang kami terima dari sejumlah dokter, bahwa itu (korban) ada halusinasi,” ucap Gerardus saat mendampingi Winda melapor ke Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, seperti diberitakan viva.co.id.

Karena itulah, Gerardus menduga ada sesuatu yang disembunyikan dalam kasus ini. Untuk meluruskan kejadian ini, pihaknya dalam waktu dekat akan mengeluarkan rilis mengenai efek samping dari obat yang diberikan dokter terhadap pasien cantik.

“Ini yang perlu kita klarifikasi sejujurnya, bahwa kita tidak bisa melihat suatu kejadian sepotong-sepotong. Kita harus jujur bahwa dalam kronologi ini ada sesuatu yang disembunyikan. Kita akan memberi rilis ke depan bahwa obat itu yang dapat memengaruhi halusinasi orang,” kata Gerardus.

Selain itu, ia juga menjelaskan apa yang dilakukan suami kliennya adalah melepas alat elektroda ke bagian dada sang pasien. Sesuai prosedur, ia menambahkan, pelepasan alat tersebut tidak harus izin dengan pihak keluarga.

“Sebetulnya dalam situasi recovery room pas operasi itu jadi prosedur tetap ketika seorang perawat melakukan elektroda dan mencabut dia tidak dibutuhkan izin,” ujarnya.

LIHAT JUGA:   Merapat ke Cikeas, PATEN Belum Habis di Pilgub Sumut

Winda didampingi Gerardus menyambangi Bareskrim Polri, untuk melaporkan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan suami dari pasien cantik, korban raba payudara.

Diketahui, suami dari pasien wanita yang diremas bernama Yudi Wibowo Sukinto, merupakan pengacara sekaligus paman dari Jessica Kumala Wongso, terdakwa pembunuhan bermodus racun sianida yang menewaskan Wayan Mirna Salihin.

Istri Zunaidi, yakni Winda Rahmawati, melaporkan Yudi atas dugaan pencemaran nama baik terkait penyebaran video detik-detik Zunaidi mengakui perbuatannya di hadapan korbannya di rumah sakit.

“Saya melaporkan ada video viral yang menuduhkan ke suami saya dengan tuduhan yang tidak benar, yang sudah merugikan pihak suami dan keluarga saya,” kata Winda.

Loading...